LSM Tri Nusa Bekasi Raya Nilai Kabag Ekonomi Kota Bekasi Lampaui Kewenangan Penyidik

- Editor

Rabu, 23 Juli 2025 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua LSM Tri Nusa Bekasi Raya Maksum Alfarizi saat melaporkan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Migas Kota Bekasi ke KPK. (Poto: dok.Mediakarya)

Ketua LSM Tri Nusa Bekasi Raya Maksum Alfarizi saat melaporkan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Migas Kota Bekasi ke KPK. (Poto: dok.Mediakarya)

JAKARTA, Mediakarya – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tri Nusa Bekasi Raya merespon pernyataan Kepala Bagian Ekonomi Kota Bekasi yang menyebut bahwa kasus kerja sama migas, yang dilaporkan LSM Tri Nusa ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak ada kerugian negara.

“Pernyataan Kabag Ekonomi Kota Bekasi yang menyebut bahwa kerja sama Migas sebagaimana yang dilaporkan Tri Nusa Bekasi Raya ke KPK bahwa kasus tersebut tidak ada kerugian negara, merupakan pernyataan sesat. Kami nilai Kabag Ekonomi Kota Bekasi sudah melampaui kewenangan penyidik,” ujar Ketua Tri Nusa Bekasi Raya Maksum Alfarizi alias Mandor Baya kepada Mediakarya, Rabu (23/7/2025).

Atas pernyataan Kabag Ekonomi tersebut, LSM Tri Nusa Bekasi Raya mengaku merasa tertantang, dan pihaknya mengancam akan membongkar seluruh kasus dugaan korupsi di Kota Bekasi.

“Apa yang kami sampaikan kepada KPK itu bukan sekedar kertas kosong. Namun laporan kami kepada lembaga antirasuah itu disertai data lengkap dan merupakan bagian dari partisipasi publik atas temuan dugaan tindak pidana korupsi yang merugikan negara,” ujarnya.

Mandor Baya juga mempertanyakan maksud dari Kabag Ekonomi Kota Bekasi yang mengklaim bahwa kasus tersebut tak ada kerugian negara. Sementara, kasus ini pun masih bergulir di KPK.

“Sedangkan pihak penyidik sendiri belum memberikan pernyataan resmi soal kasus tersebut, namun anehnya Kabag Ekonomi Kota Bekasi berani pasang badan membela pihak-pihak yang diduga ikut terlibat dalam kasus korupsi,” katanya.

Baca Juga:  PKB Perjuangkan Peningkatan Alokasi Dana Desa jadi Rp5 Miliar

Terkait dengan klaim atas pernyataan Kabag Ekonomi Kota Bekasi tersebut, LSM Tri Nusa Bekasi Raya akan meminta konfirmasi pihak penyidik dan memberikan data tambahan terkait dengan perjanjian Migas Kota Bekasi dengan Foster Oil Energi yang dinilai bermasalah tersebut.

“Kami juga meminta pihak penyidik untuk segera memanggil Kabag Ekonomi Kota Bekasi untuk dimintai keterangannya. Setidaknya yang bersangkutan bisa dijadikan saksi ahli dalam Kasus tersebut, karena dinilai memiliki kemampuannya dalam menganalisis sebuah laporan keuangan atau kerugian negara,” sindir Mandor Baya.

Dia justru menduga jika Kabag Ekonomi itu mengetahui soal Dading Perjanjian terkait kerja sama PT migas dengan perusahaan Migas Foster Oil dan Gas.

“Jika perjanjian itu menguntungkan bagi PT Migas dan Kota Bekasi kenapa tidak dipublish. Untuk itu kami tantang Kabag Ekonomi Kota Bekasi untuk mempublish laporan keuangan terkait kerja sama Migas Kota Bekasi dengan Foster Oil yang diklaim telah mendapatkan keuntungan bagi Pemkot Bekasi,” tegasnya.

Pihaknya juga meminta laporan keuangan yang transparan dan akuntabel yang disajikan dengan jelas, mudah dipahami, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Yang di dalamnya mencakup ketersediaan informasi yang lengkap dan akurat tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas suatu entitas, serta pertanggungjawaban atas penggunaan dana dan sumber dayanya,” ucapnya. (Supri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Bareskrim Polri Kembali Tetapkan Jenderal Bintang Dua Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal
Bambang Hendarso Danuri: Sadap Presiden Adalah Pengkhianatan Sumpah Bhayangkara
Dua Kontingan Muaythai Kota Bekasi Lolos Final, Gasak Kabupaten Bekasi Dan Depok
Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi
Prabowo Diminta Buka Ulang Kasus Febrie, GNK: Penyadapnya Saja Sudah Jadi Tersangka
Atlit Nasional Peraih Emas PON Di KO Atlet Muaythai Kota Bekasi
BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar
Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 23:35 WIB

Bareskrim Polri Kembali Tetapkan Jenderal Bintang Dua Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal

Kamis, 5 November 2026 - 19:08 WIB

Bambang Hendarso Danuri: Sadap Presiden Adalah Pengkhianatan Sumpah Bhayangkara

Kamis, 5 November 2026 - 18:43 WIB

Dua Kontingan Muaythai Kota Bekasi Lolos Final, Gasak Kabupaten Bekasi Dan Depok

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi

Kamis, 5 November 2026 - 09:51 WIB

Prabowo Diminta Buka Ulang Kasus Febrie, GNK: Penyadapnya Saja Sudah Jadi Tersangka

Berita Terbaru