Mayoritas Fraksi-Fraksi di Kebon Sirih Tolak Interpelasi Formula E

- Penulis

Selasa, 24 Agustus 2021 - 10:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung DPRD DKI Jakarta (Ist)

Gedung DPRD DKI Jakarta (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Rencana PDIP dan PSI untuk menggulirkan hak interpelasi terhadap gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terkait dengan pelaksanaan Formula E diprediksi bakal kandas ditengah jalan.

Dari penelusuran media, di fraksi-fraksi Kebon Sirih mayoritas menolak adanya interpelasi. “Interpelasi itu kan hanya keinginan dua fraksi. Selebihnya belum tentu menerima,” ujar salah satu anggota DPRD DKI dari Fraksi papan tengah yang tidak ingin namanya diberitakan, kemarin.

Dia menambahkan, pelaksaan interpelasi tidak sederhana seperti yang dibayangkan. Sebab, sambungnya lagi ada aturan yang harus dikedepankan dalam mencapai tujuan interpelasi.

“Ada aturan, 15 anggota bertandatangan. Tapi jangan lupakan, kehadiran 50+1 anggota dalam pengambilan keputusan di paripurna interpelasi,” sambungnya.

Senada, anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Topaz pun memberikan analisa interpelasi tidak akan berjalan lancar. Meski diakuinya, internal Gerindra belum memberikan intruksi terkait wacana interpelasi tersebut.

“Bicara interpelasi, merupakan domain dari ketua fraksi. Tapi, kalau saya pribadi menilai jika interpelasi tidak terlalu mendesak, sehingga fraksi lain pun tidak akan ikut tandatangan,” bebernya.

Berbeda, anggota DPRD DKI dari PDIP, Cinta Mega optimistis interpelasi akan berjalan dengan lancar. Sebab, semangat yang digulirkan dalam melakukan interpelasi, didasari dengan pemanfaatan hak bertanya oleh para wakil rakyat terhadap gubernur DKI Jakarta, Anies terkait pelaksaan Formula E.

Baca Juga:  Menhub Dorong Perusahaan Produksi Kendaraan Berbasis Motor Listrik

“Kalau tujuannya untuk menjatuhkan buat apa?.Anies hanya menyisakan beberapa bulan saja memimpin ibukota. Karena akan segera diisi oleh Plt,” ujarnya.

Anggota DPRD DKI dari dapil Jakbar itu menambahkan, keinginan untuk mempertanyakan pelaksaan Formula E didasari dengan kuatnya keinginan masyarakat untuk mengetahui urgensi pelaksaan balap mobil tersebut. Apalagi, penyelenggaraan di tengah pandemi covid 19. Idealnya, anggaran DKI diperuntukan menanggulangi pasien covid 19.

“Jika anggaran formula E diberikan untuk menanggulangi pandemi. Tentu akan bermanfaat uang yang diberikan rakyat pada Pemda, lewat pembayaran pajak setiap bulannya itu,” katanya.

Disamping persoalan Formula E, anggota Komisi C DPRD DKI itu pun memastikan interpelasi akan mempertanyakan janji kampanye Anies yang hingga kini tidak tercapai.

“Janji kampanye banyak yang tidak tercapai. Padahal, pendemi baru berlangsung setelah tiga tahun Anies menjabat. Saat ini akan ada revisi RPJMD. Itu kan sama halnya mecari kambing hitam karena kegagalan,” tutupnya. (Yan)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Reformasi Birokrasi: Dinamika dan Dialektikanya 
Jakarta Darurat Sampah, Mbak Yuke Berharap Partisipasi Seluruh Pihak Sukseskan Program Pemilahan Sampah
Biaya Politik Mahal jadi Pemiicu Maraknya Korupsi di Indonesia
Pasca Reformasi 98: Demokrasi Makin Menjauh, Semangat Perubahan Kian Dipinggirkan
Alasan Tak Mendasar, Pihak Kampus Unisma Bekasi Tolak Nobar Film “Pesta Babi”
Kendaraan Besar Kerap Langgar Jam Operasional, Dishub Kota Bekasi Diminta Serius
DPRD Bali Soroti Status Pulau Serangan, Kawasan Sakral Warisan Leluhur Jangan Diubah
ICC 100 Brands dan BPKN Award 2026 Siap Digelar, BPKN RI Perkuat Gerakan Perlindungan Konsumen
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:35 WIB

Reformasi Birokrasi: Dinamika dan Dialektikanya 

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:22 WIB

Jakarta Darurat Sampah, Mbak Yuke Berharap Partisipasi Seluruh Pihak Sukseskan Program Pemilahan Sampah

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:26 WIB

Biaya Politik Mahal jadi Pemiicu Maraknya Korupsi di Indonesia

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:06 WIB

Pasca Reformasi 98: Demokrasi Makin Menjauh, Semangat Perubahan Kian Dipinggirkan

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:43 WIB

Alasan Tak Mendasar, Pihak Kampus Unisma Bekasi Tolak Nobar Film “Pesta Babi”

Berita Terbaru

DKI

Reformasi Birokrasi: Dinamika dan Dialektikanya 

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:35 WIB

Opini

Reformasi Belum Selesai, Perjuangan Terus Berlanjut

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:23 WIB