Terlihat Emosi Saat Debat Capres, Pantaskah Prabowo Disebut Gemoy?

- Penulis

Kamis, 14 Desember 2023 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Direktur eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah memberikan tanggapan terkait debat capres yang disiarkan hampir seluruh stasiun TV di Indonesia.

Menurutnya, debat yang diselenggarakan oleh KPU itu sangat menarik, hanya saja ada pemandangan tak elok yang dipertontonkan, sebab salah satu capres terlihat emosional.

“Dari tiga kandidat yang ada, dua terlihat profesional dari narasi-narasi yang disampaikan, capres nomor urut 2 seperti tak bisa mengendalikan emosinya,” ujar Iskandar kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/12/2023).

Iskandar mengungkapkan, sikap Prabowo Subianto yang menunjukkan karakter aslinya yang emosional itu sangat berpengaruh pada penilaian masyarakat.

Di mana selama ini hasil surveinya selalu menempati posisi puncak. Jadi, kata dia, publik sudah bisa menganalisa dengan jernih apakah hasil survei itu objektif atau pesanan.

“Berpengaruh tidak?, ya pastinya lah, ini mau jadi orang nomor satu di Indonesia, jika emosinya tak bisa terkendali ya repot. Ngurus rakyat yang hampir 270 juta dengan emosi ya berantakan lah,” kata Iskandar.

Kata Iskandar, sikap Prabowo yang tampak emosional saat debat capres itu menjadi preseden buruk bagi masyarakat. Pasalnya, sebagai figur yang selama ini kerap disanjung “Gemoy” ternyata tidak sesuai dengan faktanya.

Baca Juga:  Arsitektur Kedaulatan Berbasis Pancasila

“Seperti kita ketahui bahwa istilah Gemoy sebenarnya merujuk pada ungkapan akan sesuatu yang lucu dan menggemaskan. ‘Gemoy’ sendiri merupakan hasil plesetan dari ‘gemas’. Nah, jika kita menonton gaya debat Prabowo kemarin di stasiun tv, apakah dia pantas disebut gemoy,” terang Iskandar.

Lebih lanjut, program debat sudah diatur dalam undang-undang Pemilu, yakni memberikan kesempatan kepada seluruh kandidat capres/cawapres guna menyampaikan gagasan-gagasan yang mengedukasi rakyat.

“Jika kita lihat debat yang dipertontonkan oleh salah satu kandidat capres kemarin, rakyat jadi takut nantinya,” tegasnya.

Terkait dengan kesimpulan hasil debat yang diselenggarakan oleh KPU kemarin, Iskandar mengatakan bahwa Prabowo sepertinya maju pilpres tapi bukan untuk menang.

“Jika Prabowo ingin memenangi pilpres seharusnya menyampaikan gagasan yang edukatif dan memberikan data dan fakta. Bukan sebaliknya, malah menunjukkan sikap emosionalnya.

“Ini tentu tanggung jawab tim sukses, bila perlu mengingatkan gaya debat Prabowo agar tidak terulang seperti kemarin. Kasihan dong masa setiap nyapres kalah terus,” ucap Iskandar. **

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Sebelum Bukti Bicara, Ruang Kebenaran Mulai Menyempit
Kopkar Forindo Siap Perkuat SDM dan Perlindungan Pekerja Industri Logistik Nasional
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Dipeluk, Bukan Dipukul
Dari Habibie hingga Prabowo, Nannie Hadi Tjahjanto Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SMA Pradita Dirgantara
Kapolri Diminta Evaluasi Kinerja Kapolda Riau, Dugaan Praktik Judi di Pekanbaru Disebut Masih Marak
Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi
Jelang Musda Golkar Kota Bekasi, Monel: Setiap Kader Miliki Kesempatan Sama untuk Mengabdi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 22:02 WIB

Sebelum Bukti Bicara, Ruang Kebenaran Mulai Menyempit

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:29 WIB

Kopkar Forindo Siap Perkuat SDM dan Perlindungan Pekerja Industri Logistik Nasional

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:10 WIB

Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:42 WIB

Dipeluk, Bukan Dipukul

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:00 WIB

Dari Habibie hingga Prabowo, Nannie Hadi Tjahjanto Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SMA Pradita Dirgantara

Berita Terbaru

Adi Suparto: Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik

Headline

Sebelum Bukti Bicara, Ruang Kebenaran Mulai Menyempit

Sabtu, 20 Jun 2026 - 22:02 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat didatangi para siswa SD di Jakarta.

DKI

Gubernur Pramono Genjot Pendidikan Gratis di Jakarta

Sabtu, 20 Jun 2026 - 14:34 WIB