Wacana Penundaan Pemilu Berpotensi Abuse of Power,

- Penulis

Selasa, 8 Maret 2022 - 09:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing. (Ist)

Komunikolog Indonesia, Emrus Sihombing. (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Dalam pekan belakangan ini nama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terus menjadi sorotan publik.

Hal tersebut lantaran Luhut ditengarai meminta beberapa petinggi partai koalisi untuk mewacanakan perpanjangan masa jabatan Presiden.

Sebagaimana diketahui, bahwa sebelumnya Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dikabarkan dipanggil Luhut.

Menanggapi persoalan tersebut, komunikolog Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing mengingatkan agar kekuasaan masa orde baru yang menempatkan eksekutif yang powerfull terhadap legislatif jangan sampai terulang kembali.

“Ini berpotensi abuse of power, dan berpotensi merusak tatanan demokrasi, fungsi pengawasan dan komunikasi politik demokrasi,” ujar Emrus dalam sebagaimana dilansir twitter pribadinya, Selasa (8/3/2022).

Diketahui, baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan kabar bahwa Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan, menjadi dalang di balik wacana penundaan pemilihan umum (pemilu) 2024.

Salah satu netizen dengan akun @saidi_sudarsono mengunggah sebuah artikel dengan judul “Tangan Pemerintah di Balik Desain Tunda Pemilu 2024” pada Rabu (2/3/2022).

Dilansir dari wartaekonomi, alam artikel tersebut, dijelaskan bahwa Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, diundang Luhut untuk membicarakan wacana penundaan pemilu 2024 mendatang.

Baca Juga:  Partai Berkarya Tolak Usulan Penundaan Pemilu

Tak hanya itu, Luhut mengungkap bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyetujui wacana tersebut. Luhut juga meminta PAN untuk mendukung dan menyampaikan rencana itu ke publik.

Namun, Zulhas sendiri mengatakan kalau ia hanya melakukan komunikasi yang biasa dengan Luhut. Juru bicara Luhut, Jodi Mahardi, juga membantah kalau Menko Marves itu menjadi dalang di balik wacana penundaan pemilu 2024.

Meski belum mendapat bukti yang jelas, netizen sudah mengomentari tentang tudingan bahwa Luhut yang menjadi dalang di balik penundaan pemilu 2024.
Sambil mengunggah berita tersebut, pemilik akun @saidi_sudarsono mengatakan, “Khan? Istana bohong!!”

“Luhut memanggil Ketua PAN Zulhas kalau Jokowi meminta penundaan pemilu. PAN hrs umumkan ke publik. Luhut lagi luhut lagi. Kekayaan apa lagi yg ingin diraih dari negara ini. Netizen hrs bersuara, kalau tdk negara ini pasti dijual,” tambahnya.

Beberapa netizen langsung menyampaikan pendapat mereka dengan membalas cuitan tersebut.

“ttp sj uud 45 gk mngatur mslh biaya, hsl survei, yg diatur cm ms jabatan maks 5 th slm 2 x atau 2 periode, artinya klo pemilu gk bs , ttp hrs brhenti &dganti presidium yg isinya mnhankam, menlu, mendagri,” ungkapnya. ***

 

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Pemkot Masih Ragu Dengan Tindakan Tegas, Tanggul GGC Tetap Berdiri
Pemadaman di Sumatera dan Jawa, Publik Pertanyakan Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional
Bupati Tabanan Buka Parade Gebogan dan Baleganjur 2026 di Ulun Danu–The Blooms, Dorong Wisata Budaya Bali
HUT Jakarta ke 499, Gubernur Pramono Beberkan Keberhasilan di Depan DPRD
Hanya Fokus pada Satu Warna, KPK Dituding Gagal Sidik Kasus Tipikor Bea Cukai
Interpol Polri Berhasil Pulangkan Buronan Red Notice Dari Maroko
Kasus Dugaan Suap DJBC, Saksi Ungkap Ada Aliran Dana ke Institusi “Cokelat”
TP PKK Jakarta dan PAM JAYA Gratiskan Khitan untuk 2.000 Anak di Momen HUT Jakarta ke-499
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:09 WIB

Pemkot Masih Ragu Dengan Tindakan Tegas, Tanggul GGC Tetap Berdiri

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:58 WIB

Pemadaman di Sumatera dan Jawa, Publik Pertanyakan Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional

Senin, 22 Juni 2026 - 20:40 WIB

Bupati Tabanan Buka Parade Gebogan dan Baleganjur 2026 di Ulun Danu–The Blooms, Dorong Wisata Budaya Bali

Senin, 22 Juni 2026 - 17:24 WIB

HUT Jakarta ke 499, Gubernur Pramono Beberkan Keberhasilan di Depan DPRD

Senin, 22 Juni 2026 - 16:35 WIB

Hanya Fokus pada Satu Warna, KPK Dituding Gagal Sidik Kasus Tipikor Bea Cukai

Berita Terbaru

Pengamat Kebijakan Publik, Amir Hamzah menyoroti PRJ. (Foto: dri)

DKI

Banyak Keluhan, PRJ Harus Dievaluasi Secara Menyeluruh

Selasa, 23 Jun 2026 - 15:32 WIB