Tokoh NU Tanggapi Pernyataan Pendukung Bakal Calon Wali Kota Bekasi Yang Menyuruhnya Agar Jualan Cilok

- Editor

Senin, 22 Juli 2024 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI, Mediakarya – Bakal Calon Wali Kota Bekasi yang digadang gadang maju dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) K.H. Madinah menanggapi santai pernyataan salah satu pendukung  bakal calon wali kota Bekasi yang menyuruhnya agar dirinya jualan cilok ketimbang maju sebagai  calon wali kota pada gelaran Pilkada 2024 mendatang.

Pria yang kerap disapa Bang Haji ini mengaku bahwa dirinya tidak mempersoalkan pernyataan tersebut. Hanya saja, sebagai warga Nahdliyyin yang ikut berkontribusi dalam menjaga benteng aqidah Ahlusunah Waljama’ah (NU) tentunya pernyataan dari salah satu pendukung bakal calon wali kota Bekasi itu sangat tidak elok.

“Dalam berpolitik tentu harus mengedepankan norma dan etika berkomunikasi. Tukang cilok bukan pekerjaan yang hina. Namun tidak etis jika diksi yang disampaikan itu dikaitkan dengan kontestasi pilkada,” ujar Haji Madinah kepada wartawan di Kota Bekasi, Senin (22/2024).

Untuk itu Haji Madinah mengajak masyarakat Kota Bekasi agar menjaga stabilitas politik jelang pilkada Kota Bekasi yang akan dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang.

“Ini sangat penting, oleh karenanya kami sebagai warga nahdliyyin mengajak warga NU untuk menjaga persatuan dan kesatuan jelang pilkada ini. Berbeda pilihan dalam kontestasi pilkada ini merupakan keniscayaan. Namun tanpa harus menghinakan profesi seseorang, apalagi lantaran berbeda pilihan menyuruh calon kontestan untuk jualan cilok. Ini tentu sangat tidak santun,” ucapnya.

Baca Juga:  Ketum JAPPDI Imbau Anggotanya Agar Tetap Lakukan Aktivitas Pemotongan

Haji Madinah juga mengaku bahwa ada pihak-pihak yang tidak suka jika dirinya ikut berikhtiar politik maju sebagai bakal calon wali kota.

Padahal, kata dia, itu merupakan hak konstitusi dan dilindungi oleh undang-undang. Ia pun tidak memiliki motivasi lain selain bagaimana ikut berkontribusi membangun kota Bekasi ini agar lebih baik.

“Saya sebagai mantan ketua NU Kota Bekasi tentunya sangat miris dengan pernyataan salah satu pendukung dari salah satu bakal calon wali kota Bekasi yang menyuruh saya untuk jualan cilok dari pada ikut maju dalam kontestasi politik. Lantas apa hak dia untuk melarang saya,” katanya.

Untuk itu, kata Haji Madinah, perlu adanya edukasi komunikasi politik. Agar generasi muda ke depan tidak memandang partai politik dengan “kacamata kuda”.

“Hati-hati kalau bicara, apalagi menghina kiyai NU. Kalau yang dihina sih belum tentu marah, tapai nanti takutnya Banser dan Ansor yang marah,” pungkasnya.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh
Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen
FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara
KM Virgo Terbalik, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari, Brigjen Pol. Hastry Kerahkan Tim DVI
Pencetak Rekor di Golkar, Fahd Rafiq Penyandang Status Tersangka Hingga Ketiga Kali
Dukung KPK Usut Kasus Suap di ATR/BPN,  BPKN Imbau Penegakan Hukum Jangan Berhenti di Hilir
Ratusan Miliar Rupiah Berhasil Diamankan, Kader Golkar Ini Ikut Terjaring OTT KPK
KPK Sita Uang Ratusan Miliar dalam OTT di Lingkungan ATR/BPN, Bukti Ketidakadilan Makin Nyata

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 18:07 WIB

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Rabu, 16 September 2026 - 20:56 WIB

Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 11:08 WIB

FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara

Selasa, 15 September 2026 - 22:30 WIB

KM Virgo Terbalik, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari, Brigjen Pol. Hastry Kerahkan Tim DVI

Selasa, 15 September 2026 - 19:49 WIB

Pencetak Rekor di Golkar, Fahd Rafiq Penyandang Status Tersangka Hingga Ketiga Kali

Berita Terbaru

Tim penyidik Kejaksaan Agung telah melaksanakan serangkaian tindakan hukum, meliputi penggeledahan di sejumlah tempat, termasuk di beberapa kantor perusahaan yang diduga terlibat.  (Foto: Mame)

Hukum

Kejaksaan Agung Geledah Kantor Wali Kota Bekasi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:23 WIB

Ekonomi & Bisnis

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:07 WIB

Idrus Mony (Foto: HNN)

Opini

Negeri Para Bandit

Kamis, 17 Sep 2026 - 17:50 WIB