Era Digital Beri Kontribusi Keberlangsungan Demokrasi di Indonesia

- Editor

Jumat, 10 Juni 2022 - 00:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Webinar via zoom yang diselenggarakan Sekolah Politik dan Komunikasi Indonesia bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) yang diikuti 100 pemuda dan mahasiswa dari seluruh Indonesia itu menghadirkan Ketua Komisi 1 DPR, Meutya Hafid

Webinar via zoom yang diselenggarakan Sekolah Politik dan Komunikasi Indonesia bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) yang diikuti 100 pemuda dan mahasiswa dari seluruh Indonesia itu menghadirkan Ketua Komisi 1 DPR, Meutya Hafid

JAKARTA, Mediakarya – Hadirnya era digital memberi kontribusi yang besar bagi kelangsungan demokrasi di Indonesia. Fenomena komunikasi politik yang tak terbatas pada ruang fisik ini menjadi tantangan tersendiri  bagi setiap aktor politik untuk bisa melakukan inovasi  dalam dunia politik di Indonesia.

Demikian mengemuka dalam webinar Pendidikan Politik Beradaptasi dengan Teknologi Digital bertajuk, Jelang Pemilu 2024: Pola Komunikasi Politik di Era Digital, yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (9/6).

Webinar via zoom yang diselenggarakan Sekolah Politik dan Komunikasi Indonesia bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) yang diikuti 100 pemuda dan mahasiswa dari seluruh Indonesia itu menghadirkan Ketua Komisi 1 DPR, Meutya Hafid sebagai keynote speaker, Guru Besar Ilmu Komunikasi, Prof Widodo Muktiyo dan Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio sebagai narasumber.

Menurut Meutya Hafid, era digital yang ditandai dengan berkembang pesatnya internet telah melahirkan “ruang publik baru” yang dikenal dengan sebutan ruang digital. “Dalam arti politik, ruang publik merupakan salah satu bentuk representasi politik,” ujarnya.

Politisi perempuan Partai Golkar itu mengungkapkan perkembangan dunia digital yang terus mengalami perkembangan saat ini, politisi harus mampu berkomunikasi politik yang efektif namun tetap mempertahankan nilai serta kebenaran yang pada akhirnya dapat mencerdaskan bangsa.

Baca Juga:  Politikus PDI-P Soroti Mekanisme Pembahasan APBD DKI yang Diterapkan di Jakarta

Di tempat yang sama, Guru Besar Ilmu Komunikasi, Prof Widodo Muktiyo mengatakan meski media bagian pendidikan politik dari sebuah proses transfer of values untuk mempengaruhi menggerakkan keterlibatan audiens terhadap kepentingan dan kekuasaan politik, publik kata Widodo juga dituntut untuk terlibat atau berpartisipasi aktif dalam menerima segala informasi dari media.

“Komunikasi publik yang baik serta menciptakan opini publik yang positif diharapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk jauh lebih bijak dalam mengkonsumsi informasi publik khususnya terkait isu-isu pemerintah yang disajikan oleh media,” tambah Widodo.

Sementara itu, Hendri Satrio, menilai media sosial adalah media yang memiliki kemampuan untuk menentukan apa yang kaum muda suka.

“Banyak hal yang bisa dieksplorasi dari platform jejaring tersebut dan terdapat momentum yang bisa dimanfaatkan oleh kaum muda untuk melesatkan karir mereka,” kata Hendri Satrio.

Berkaitan antara momentum dengan karir seseorang, menurut Hendri, hal tersebut tidak hanya berfungsi pada seorang politisi, namun bisa juga hadir bagi kalangan profesional.

“Jangan sampai menjadikan media sosial hanya sebagai media pencitraan. Media sosial kalau sampai salah digunakan dapat menjadi boomerang yang menyebabkan kerugian di masa mendatang,” ujarnya. ***

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Material Proyek Revitalisasi SMAN 2 Mazo Senilai Rp872 Juta Diduga Tidak Penuhi Standar
Penempatan Personel Berdasarkan Meritokrasi, GNK Apresiasi Kinerja SDM Polri
GNK Sebut Kasus Hukum Fahd Arafiq Tamparan Keras bagi DPP Golkar
Pencopotan Purbaya dari Jabatan Menkeu Langgar Etika Bernegara
Kasus OTT KPK Mengubur Wacana Sandingkan Tri Adhianto-Ranny Fahd Arafiq pada Pilkada Mendatang
Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa
Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh
Kasus Perkara Suap Summarecon Bogor KPK Geledah Kementerian ATR/BPN

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:27 WIB

Material Proyek Revitalisasi SMAN 2 Mazo Senilai Rp872 Juta Diduga Tidak Penuhi Standar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:20 WIB

Penempatan Personel Berdasarkan Meritokrasi, GNK Apresiasi Kinerja SDM Polri

Jumat, 18 September 2026 - 07:39 WIB

GNK Sebut Kasus Hukum Fahd Arafiq Tamparan Keras bagi DPP Golkar

Jumat, 18 September 2026 - 06:35 WIB

Pencopotan Purbaya dari Jabatan Menkeu Langgar Etika Bernegara

Jumat, 18 September 2026 - 06:14 WIB

Kasus OTT KPK Mengubur Wacana Sandingkan Tri Adhianto-Ranny Fahd Arafiq pada Pilkada Mendatang

Berita Terbaru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Ist)

Opini

Purbaya dalam Kepungan “Serigala” Birokrasi

Sabtu, 19 Sep 2026 - 14:32 WIB

Teddy Indra Wijaya saat saat mengusir sejumlah direksi pengelola sektor tranportasi dalam acara Peresmian LRT jurusan Manggarai-Kelapa Gading pada 16 September 2026.

Opini

Semakin di Depan Teddy Semakin Tak Tahu Diri

Sabtu, 19 Sep 2026 - 10:17 WIB