Warga Sipil dan Wartawan Jadi Sasaran Aksi Brutal Pasukan Taliban

- Penulis

Sabtu, 11 September 2021 - 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan taliban

Pasukan taliban

KABUL, Mediakarya – Tindakan pasukan Taliban dalam menghalau aksi damai warga Afghanistan dinilai melampaui batas. Pasalnya banyak warga sipil dan wartawan yang tewas akibat kebrutalan pasukan pemerintahan Taliban yang baru saja berkuasa.

Tindakan brutal milisi Taliban pun mendapat respon keras dari kantor HAM PBB dan mengecam respon Taliban yang semakin keras terhadap aksi protes damai, termasuk menggunakan peluru tajam yang menewaskan beberapa orang.

Dikatakan, wartawan juga menjadi sasaran yang hanya mencoba melaksanakan pekerjaan mereka. Dilaporkan bahwa ada wartawan yang meliput demonstrasi ditangkap dan dipukuli.

“Kami menyerukan kepada Taliban untuk segera menghentikan penggunaan kekuatan dan penahanan sewenang-wenang, terhadap mereka yang menggunakan haknya untuk berkumpul secara damai dan wartawan yang meliput protes,” kata Ravina Shamdasani, Juru Bicara Kantor HAM PBB, The New Arab melaporkan.

Kantornya mengatakan, para pejuang bersenjata telah menggunakan peluru tajam dan cambuk untuk membubarkan massa, menewaskan sedikitnya empat orang sejak pertengahan Agustus.

Taliban yang meraih kekuasaan pada 15 Agustus telah menjanjikan pemerintahan yang lebih moderat daripada pemerintahan mereka yang terkenal keras pada 1996-2001.

Namun di lapangan, Taliban telah menunjukkan tanda-tanda yang jelas bahwa mereka tidak akan mentolerir oposisi.

Awal pekan ini gerilyawan Taliban bersenjata membubarkan ratusan pengunjuk rasa di kota-kota di seluruh Afghanistan, termasuk di Herat, tempat dua orang ditembak mati.

Baca Juga:  Amien Rais Dukung Pramono-Rano di Pilkada Jakarta, Pengamat: Faktor Anies Baswedan Batal Maju

Shamdasani mengatakan, kantor hak asasi juga telah menerima laporan yang dapat dipercaya bahwa seorang pria dan seorang anak laki-laki ditembak mati, ketika orang-orang bersenjata Taliban berusaha membubarkan kerumunan saat upacara pengibaran bendera nasional yang diadakan bulan lalu.

“Ada kewajiban untuk memastikan bahwa setiap penggunaan kekuatan dalam menanggapi protes adalah upaya terakhir, sangat diperlukan dan proporsional,” katanya. “Senjata api tidak boleh digunakan kecuali dalam menanggapi ancaman kematian atau cedera serius.”

Dia juga merujuk pada laporan bahwa Taliban memukuli dan menahan pengunjuk rasa di Kabul pekan ini, termasuk beberapa wanita dan hingga 15 jurnalis.

Pada hari Rabu, sedikitnya lima wartawan ditangkap dan dua orang dipukuli selama beberapa jam.

“Seorang wartawan dilaporkan telah diberi tahu, ketika dia ditendang di kepala bahwa Anda beruntung Anda tidak dipenggal,” katanya,melansir laman mirajnews.

“(Ada) banyak intimidasi terhadap jurnalis yang mencoba melakukan pekerjaan mereka,” katanya.

Taliban berusaha meredam kerusuhan sipil lebih lanjut pada Rabu malam, dengan mengatakan bahwa protes akan membutuhkan izin sebelumnya dari Kementerian Kehakiman.

Keesokan harinya, mereka memerintahkan perusahaan telekomunikasi untuk memblokir internet pada layanan telepon seluler di beberapa wilayah Kabul, kata Shamdasani. (dji)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Ringkus WNA Asal Brunei Yang Aniaya WNA Lain Hingga Tewas
realme C100i Jadi Pilihan Anak Muda Aktif dengan Baterai 7000mAh
Iran, Kunci dan Tumbal Dunia 
Gaji Ke-13: Peristiwa yang Selalu Dirindukan
DPR dan Pemerintah Bahas Percepatan Huntap Korban Bencana Aceh dan Sumatra
Praktik Ilegal Jual Beli Titik SPPG, BGN Koordinasi Dengan Polri Diperkuat
“Color Me Confident” Jadi Ruang Eksplorasi Fashion dan Beauty di ARTOTEL Harmoni Jakarta
Parlemen Bubar, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu Terancam Digulingkan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:09 WIB

Polda Metro Jaya Ringkus WNA Asal Brunei Yang Aniaya WNA Lain Hingga Tewas

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:07 WIB

realme C100i Jadi Pilihan Anak Muda Aktif dengan Baterai 7000mAh

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:48 WIB

Iran, Kunci dan Tumbal Dunia 

Senin, 25 Mei 2026 - 23:24 WIB

Gaji Ke-13: Peristiwa yang Selalu Dirindukan

Senin, 25 Mei 2026 - 16:48 WIB

DPR dan Pemerintah Bahas Percepatan Huntap Korban Bencana Aceh dan Sumatra

Berita Terbaru

Kqpal tanker yang melintasi selat hormuz (Foto: Ist)

Internasional

Iran, Kunci dan Tumbal Dunia 

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:48 WIB