Akbar Rais Disomasi Atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan

- Editor

Senin, 6 Oktober 2025 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ichwan Tony S.H dan Agus Subianto, S.H saat mengadu ke kantor IMI Pusat.

Ichwan Tony S.H dan Agus Subianto, S.H saat mengadu ke kantor IMI Pusat.

JAKARTA: Drifter terkenal Akbar Rais yang juga Direktur PT Indonesia Drift Series, diduga melakukan penipuan atau penggelapan terhadap Drifter Jannah Isabella atau yang biasa dikenal dengan Bella.

Melalui kuasa hukumnya, Ichwan Tony S.H dan Agus Subianto, S.H melayangkan Somasi kepada Direktur PT Indonesia Drift Series, Akbar Rais. Hal ini adalah buntut dari terjadinya Crash yang dialami oleh Bella pada sesi latihan di Meikarta Speedway, setelah itu Akbar Rais menawarkan untuk membeli dan membetulkan mobil Crash tersebut dengan biaya Rp.137.500.000 yang kemudian disanggupi oleh Akbar Rais.

“Lalu klien kami meminta untuk mencicil biaya tersebut, namun hingga pelunasan mobil tersebut, klien kami tidak mendapat jawaban pasti soal keberadaan mobil tersebut dari sdr Akbar Rais,” ujar Ichwan Tony SH, dalam keterangan tertulisnya.

Lebih lanjut, Ichwan mengatakan kliennya akhirnya mengetahui bahwa mobil tersebut berada ditempat rongsokan tanpa adanya pemberitahuan ke Bella maupun ke pihak keluarga.

“Bahwa sampai saat ini surat dibuat sdr Akbar Rais tidak melaksanakan kewajibannya untuk menyerahkan mobil tersebut dan pula mengembalikan uang klien kami, sehingga atas peristiwa tersebut klien kami mengalami kerugian baik materil maupun immaterial,” ucap Ichwan.

Baca Juga:  Proses PKPU PT Amarta Karya (Persero) Mendekati Babak Akhir

Selanjutnya, Agus Subianto SH menuturkan Bahwa atas terjadinya peristiwa tersebut adanya dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana dimaksud pasal 378 dan 372 KUHP pidana Jo. Pasal 55 KUHP pidana, Kami meminta kepada direksi dan komisaris PT Indonesia Drift Series dalam waktu 7x 24 jam terhitung sejak diterimanya surat ini, ikut bertanggung jawab agar segera mengembalikan seluruh kerugian yang dialami klien kami.

” Jika tidak adanya tanggapan maupun pengembalian uang tersebut, maka kami akan melakukan pelajaran di kepolisian RI atau upaya hukum lainnya baik pidana maupun perdata,” tutur Agus.

Tak hanya itu, Agus menuturkan saat ini ia mewakili kliennya meminta perlindungan hukum dan pengaduan ke IMI Pusat.

“Kami juga sudah mengirimkan surat ke IMI meminta perlindungan hukum dan pengaduan kek Ketum IMI pusat, direktur komisi drifting dan direktur bidang hukum IMI pusat,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi
Prabowo Diminta Buka Ulang Kasus Febrie, GNK: Penyadapnya Saja Sudah Jadi Tersangka
BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar
Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!
Bukan Isapan Jempol, Bukti Digital Forensik Kokoh Seret Listyo Sigit Sadap Presiden Tanpa Pijakan Hukum
Tak Hanya Presiden: Listyo Sigit dan 2 Irjen Juga Sadap Tokoh Politik, Media, Ormas, Hingga Pengusaha
Penyadapan Prabowo Diduga Upaya Kudeta Antarkan Gibran Jadi RI-1 Demi Selamatkan Jokowi
Spekulasi di Balik Penangkapan Sejumlah Perwira Tinggi Polri: Dari Isu Penyadapan Ilegal, Beking Judol, Hingga Korupsi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 13:44 WIB

Praktisi Hukum Herdiyan Saksono Bedah Skandal Penyadapan Ilegal Pejabat Tinggi: Puncak Gunung Es Rusaknya Demokrasi

Kamis, 5 November 2026 - 09:51 WIB

Prabowo Diminta Buka Ulang Kasus Febrie, GNK: Penyadapnya Saja Sudah Jadi Tersangka

Rabu, 4 November 2026 - 17:34 WIB

BTS 4G di Wilayah 3T Mulai Beroperasi, Kontraktor Klaim Tagihan Ratusan Miliar Belum Dibayar

Rabu, 4 November 2026 - 08:58 WIB

Mahfud MD Tegaskan Pasal Makar Mengintai Mantan Kapolri, Bisa Hukuman Mati!

Rabu, 4 November 2026 - 05:35 WIB

Bukan Isapan Jempol, Bukti Digital Forensik Kokoh Seret Listyo Sigit Sadap Presiden Tanpa Pijakan Hukum

Berita Terbaru