Peringati Hari Keanekaragaman Hayati, Prabu Peduli Lingkungan Lepas Ikan Sapu-sapu di Kali Bantargebang

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para aktivis melepaskan ikan sapu-sapu di aliran kali yang berada di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang

Para aktivis melepaskan ikan sapu-sapu di aliran kali yang berada di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang

KOTA BEKASI, Mediakarya  – Organisasi sipil nirlaba Prabu Peduli Lingkungan memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional yang jatuh pada 22 Mei dengan aksi simbolik di Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (23/5/2026).

Dalam aksi tersebut, para aktivis melepaskan ikan sapu-sapu di aliran kali yang berada di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu.

Aksi ini merespons kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang belakangan gencar melakukan operasi penangkapan massal ikan sapu-sapu di sungai-sungai ibu kota, karena dinilai sudah terlalu dominan dan mengancam ekosistem perairan.

Sekretaris Umum Prabu Peduli Lingkungan, Rido Satriyo, menggambarkan kondisi kali di sekitar TPST Bantargebang dan TPA Sumur Batu sudah sangat memprihatinkan. Lokasinya yang berdempetan dengan dua fasilitas pembuangan sampah tersebut membuat aliran kali itu dipenuhi rembesan air lindi dan sampah yang terbawa arus. Bahkan, tidak terlihat satu ekor ikan pun di sana, termasuk ikan sapu-sapu.

“Kita akan lihat, apakah ikan sapu-sapu masih bisa hidup di aliran kali ini,” kata Rido usai melepaskan ikan ke kali tersebut.

Baca Juga:  Gate Milik Paguyuban RSNK Telah Disegel Dan Ditutup Paksa Karena Ilegal, Kini Buka Gate Baru

Rido pun mengaku tidak yakin ikan sapu-sapu yang mereka lepaskan bisa bertahan. Pekatnya air lindi yang mengalir di sana, menurutnya, sudah melampaui batas toleransi jenis ikan yang dikenal tangguh sekalipun.

Kondisi itu justru berbanding terbalik dengan sungai-sungai di Jakarta, dan Rido melihat ironi di baliknya. Di ibu kota, ikan sapu-sapu mendominasi justru karena jenis ikan lain sudah tidak sanggup bertahan akibat pencemaran. Keberadaan ikan sapu-sapu dalam jumlah besar, menurutnya, seharusnya dibaca sebagai tanda bahwa kualitas air sudah sangat buruk, bukan sebagai ancaman yang harus dibasmi.

Karena itu, Rido meminta pemerintah untuk mengalihkan fokus ke sumber pencemaran sungai, bukan pada ikan yang hidup di dalamnya.

“Jangan salahkan ikan sapu-sapu, karena dia bukan predator bagi ikan lainnya. Yang harus menjadi fokus utama adalah bagaimana pemerintah menangani sumber pencemaran kali, bukan justru membasmi ikan sapu-sapu yang tidak berdosa,” pungkas Rido. (Pri)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Aktivis Jakarta Diminta Jadi Motor Perubahan Menuju Kota Global
Perumda Dharma Jaya Realisasikan 816 Titik Bazar Pangan, Perluas Akses Daging Murah di Jakarta
Pasar Jaya Siapkan 146 Pasar Terapkan Pemilihan Sampah dari Sumber
Ketua DPRD Soroti Rencana Pemkot Bekasi Akan Relokasi PPPK Menjadi Tenaga Guru
Forkorindo Bekasi Raya Pertanyakan Keseriusan Kejari Ungkap Dugaan Korupsi di Dishub dan Disdik Kota Bekasi
PMPRI Dukung Langkah LIN Kota Bekasi Ungkap dugaan Penyalahgunaan Anggraan HPN
Gulirkan Program ‘Ayo Sunat’ Dengan Jemput Bola, Sarwin Ingin Masyarakat Rasakan Manfaat Nyata
Penataan Setu Babakan, Mbak Yuke: Harus Tetap Berpihak Kepada Warga
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:45 WIB

Aktivis Jakarta Diminta Jadi Motor Perubahan Menuju Kota Global

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:51 WIB

Perumda Dharma Jaya Realisasikan 816 Titik Bazar Pangan, Perluas Akses Daging Murah di Jakarta

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:43 WIB

Pasar Jaya Siapkan 146 Pasar Terapkan Pemilihan Sampah dari Sumber

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:43 WIB

Ketua DPRD Soroti Rencana Pemkot Bekasi Akan Relokasi PPPK Menjadi Tenaga Guru

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:05 WIB

Forkorindo Bekasi Raya Pertanyakan Keseriusan Kejari Ungkap Dugaan Korupsi di Dishub dan Disdik Kota Bekasi

Berita Terbaru

Jampidsus Febrie Adriansyah saat memberikan keterangan pers. (Ist)

Hukum

IPW Apresiasi Mundurnya Febrie Adriansyah dari Jampidsus

Minggu, 12 Jul 2026 - 07:15 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Pakar Ingatkan Dampak Kerusakan Hukum Terhadap Ekonomi

Sabtu, 11 Jul 2026 - 20:52 WIB