NCW DPD Bekasi Raya Tanggapi Beredarnya Opini Negatif Terkait SPMB SMAN di Kota Bekasi

- Penulis

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Nasional Corruption Watch (NCW) DPD Bekasi Raya, Herman Parulian Simaremare.

Ketua Nasional Corruption Watch (NCW) DPD Bekasi Raya, Herman Parulian Simaremare.

KOTA BEKASI, Mediakarya – Ketua Nasional Corruption Watch (NCW) (DPD Bekasi Raya, Herman Parulian Simaremare, mengapresiasi langkah cepat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memfasilitasi siswa-siswi yang tidak lolos masuk SMAN maupun SMKN, khususnya di Kota Bekasi.

Herman juga menanggapi adanya opini negatif yang sengaja dibangun oleh kelompok tertentu yang menarasikan bahwa sistem penerimaan murid baru (SPMB) untuk jenjang SMAN maupun SMKN di Kota Bekasi telah terjadi permainan, namun sayangnya opini tersebut dibangun tanpa didukung bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami menyayangkan beberapa pemberitaan yang menduga pihak sekolah bermain-main dalam proses SPMB. Jangan hanya karena titipan calon siswa tidak masuk di sekolah tersebut, lantas mendeskreditkan sekolah itu ada permainan. Padahal orang tersebut juga bermain di sekolah yang lain,” ujar Herman dalam keterangan tertulisnya yang diterima Mediakarya, (14/7/2026).

Herman menyarankan jika ada pihak yang ingin mengungkap dugaan penyimpangan, maka harus dilakukan secara objektif, menyeluruh, dan berdasarkan data, bukan karena kepentingan atau kekecewaan pribadi.

Baca Juga:  DPD NCW Bekasi Raya Bantah Pertemuan LSM dan Ormas Bersama Ketua DPRD Bahas Pelelangan Armada Bus Transpatriot

“Jika ada dugaan praktik yang tidak sesuai aturan, jangan hanya menyebut satu sekolah. Buka secara terang seluruh fakta, sertakan bukti, dan laporkan melalui mekanisme yang berlaku. Jangan memilih-milih sasaran karena hal itu justru dapat menyesatkan opini publik dan merugikan nama baik pihak yang belum tentu bersalah,” tegas Herman.

NCW DPD Bekasi Raya juga mendukung evaluasi total terhadap pelaksanaan SPMB apabila memang ditemukan indikasi pelanggaran. Namun demikian, evaluasi harus dilakukan secara adil, profesional, dan tanpa tebang pilih.

Menurutnya, seluruh sekolah memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum dan pengawasan publik. Oleh karena itu, kritik terhadap sekolah juga harus berlandaskan data, bukan rasa kecewa.

“Tuduhan harus dibuktikan, bukan dibangun dari asumsi. Jika ingin membongkar dugaan permainan dalam SPMB, lakukan secara menyeluruh dan objektif, bukan hanya pada sekolah yang kebetulan tidak menerima peserta didik yang kita urus,” tutupnya. (Pri)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

IAW Dorong Penyidik Periksa Sejumlah Pihak yang Terlibat Skandal Korupsi Perseroda Migas Kota Bekasi
Anggota DPRD Kabupaten Bogor Diduga Rangkap Jabatan di Kampus IAIB
Analis Pendidikan: Jargon SPMB Kota Bekasi Objektif, Transparan, dan Akuntabel Hanya Pepesan Kosong
Kodam Jaya Gelar Senyum Jayakarta ke-2, Anak Yatim Diajak Kunjungi PT Indofood dan AEON Mall
Di Atas Segala Sesuatu: Supremasi Hukum sebagai Jalan Satu‑satunya
Aktivis Jakarta Diminta Jadi Motor Perubahan Menuju Kota Global
Perumda Dharma Jaya Realisasikan 816 Titik Bazar Pangan, Perluas Akses Daging Murah di Jakarta
Pasar Jaya Siapkan 146 Pasar Terapkan Pemilihan Sampah dari Sumber
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:03 WIB

IAW Dorong Penyidik Periksa Sejumlah Pihak yang Terlibat Skandal Korupsi Perseroda Migas Kota Bekasi

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:43 WIB

NCW DPD Bekasi Raya Tanggapi Beredarnya Opini Negatif Terkait SPMB SMAN di Kota Bekasi

Senin, 13 Juli 2026 - 21:32 WIB

Analis Pendidikan: Jargon SPMB Kota Bekasi Objektif, Transparan, dan Akuntabel Hanya Pepesan Kosong

Senin, 13 Juli 2026 - 13:13 WIB

Kodam Jaya Gelar Senyum Jayakarta ke-2, Anak Yatim Diajak Kunjungi PT Indofood dan AEON Mall

Senin, 13 Juli 2026 - 09:14 WIB

Di Atas Segala Sesuatu: Supremasi Hukum sebagai Jalan Satu‑satunya

Berita Terbaru

Mikhail Adam, Peneliti Ekopol di Nusantara Centre (Foto: Ist)

Opini

Tirto dan Kalimat yang Tidak Pernah Mati

Selasa, 14 Jul 2026 - 07:50 WIB