Media Karya.id – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan persatuan negara-negara Muslim di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Ia menegaskan, wilayah negara Muslim tidak boleh dijadikan pangkalan atau jalur untuk menyerang negara Muslim lainnya.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat berpidato pada Konferensi Persatuan Islam Internasional ke-40 di Teheran, Rabu.
Menurut Pezeshkian, keamanan suatu negara tidak seharusnya dibangun dengan menciptakan ketidakamanan bagi negara tetangganya.
Dirinya juga menekankan pentingnya negara-negara Muslim menjaga hubungan bertetangga dan tidak membiarkan wilayah mereka dimanfaatkan untuk kepentingan konflik.
“Tidak ada negara Muslim yang boleh mengejar keamanannya karena ketidakamanan negara tetangganya,” kata Pezeshkian, sebagaimana dikutip media pemerintah Iran.
Ia kemudian mempertegas pesannya dengan mengatakan, “Tidak ada wilayah negara Muslim yang boleh digunakan untuk melawan negara Muslim lainnya.”
Pernyataan tersebut muncul ketika Iran menghadapi tekanan dan konfrontasi dengan Washington dan Israel. Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak memulai perang di kawasan, tetapi akan tetap mempertahankan diri jika menghadapi agresi.
“AS dan entitas Zionis melancarkan perang terhadap Iran,” ujarnya.
Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, Pezeshkian kembali menyerukan persatuan di antara negara-negara Muslim meskipun terdapat perbedaan politik, kepentingan, maupun pandangan di antara mereka.
Ia juga menolak anggapan bahwa Iran berada dalam posisi lemah menghadapi tekanan tersebut.
“Iran berdiri teguh melawan agresi AS-Israel,” kata Pezeshkian.
“Iran tidak berada dalam posisi lemah dan tahu cara mempertahankan diri,” tambahnya.
Pezeshkian menilai persatuan dunia Muslim menjadi semakin penting ketika kawasan menghadapi konflik dan tekanan dari kekuatan eksternal. Menurutnya, negara-negara Muslim harus memastikan bahwa wilayah mereka tidak digunakan untuk memperbesar konflik atau mengancam negara Muslim lainnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi seruan Teheran kepada negara-negara tetangganya agar tetap menjaga kedaulatan wilayah masing-masing dan tidak memberikan ruang bagi pihak lain untuk menjadikannya bagian dari konflik melawan Iran.











