DEPOK – Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan pendirian Galeri Investasi di lingkungan kampus. Kehadiran fasilitas ini diarahkan untuk memperluas literasi keuangan sekaligus mendekatkan mahasiswa dengan praktik pasar modal Indonesia.
Galeri Investasi tersebut dirancang sebagai sarana pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan akademis dengan pengenalan aktivitas investasi. Mahasiswa nantinya dapat mempelajari instrumen pasar modal, memahami risiko investasi, mengakses informasi dan data, serta memperoleh akses pembukaan rekening efek melalui perusahaan sekuritas mitra.
Pengembangan fasilitas ini menjadi bagian dari inisiatif Cluster Social and Cultural Innovation (SOCI) dan Cluster Entrepreneurial Finance and Sustainable Business (EFSB) FIA UI.
FIA UI berencana merealisasikan Galeri Investasi BEI melalui kolaborasi dengan perusahaan sekuritas yang berstatus Anggota Bursa. Kerja sama tersebut diperlukan untuk mendukung pendirian galeri dalam bentuk ruangan fisik sekaligus memperkuat ekosistem pembelajaran pasar modal di perguruan tinggi.
FIA UI juga mengharapkan keterlibatan perusahaan sekuritas yang bersedia menjadi mitra dalam pengembangan fasilitas tersebut.
Dekan FIA UI sekaligus Ketua Cluster SOCI, Prof. Dr. Dra. Retno Kusumastuti Hardjono, M.Si., mengatakan pendirian Galeri Investasi BEI merupakan bagian dari upaya kampus mendorong inovasi sosial dan budaya yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
“Melalui Cluster SOCI dan EFSB, kami ingin mendorong inovasi sosial dan budaya untuk pembangunan berkelanjutan. Galeri Investasi BEI menjadi sarana mahasiswa memahami pasar modal secara bertanggung jawab, inklusif, dan berorientasi jangka panjang,” ujarnya.
Ketua Cluster EFSB FIA UI, Prof. Ir. Bernardus Yuliarto Nugroho, MSM., Ph.D., menyampaikan bahwa pemahaman mengenai keuangan dan pasar modal perlu menjadi bagian dari kompetensi generasi muda.
Menurutnya, kolaborasi dengan BEI dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan mengelola investasi secara profesional dan menjunjung etika.
“Literasi keuangan dan pasar modal adalah kompetensi penting abad ini. Kolaborasi dengan BEI memperkuat Cluster EFSB kami dalam menyiapkan SDM yang mampu mengelola investasi secara profesional dan beretika,” tuturnya.
BEI Siapkan Edukasi dan Pendampingan
Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, menyatakan dukungan terhadap rencana pendirian Galeri Investasi BEI di FIA UI.
Ia menjelaskan, galeri investasi dapat menjadi ekosistem pembelajaran yang mempertemukan kalangan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dengan informasi serta kegiatan edukasi pasar modal.
“Kami menyambut baik pendirian Galeri Investasi BEI di FIA UI. Galeri ini bukan sekadar ruang fisik, melainkan ekosistem pembelajaran pasar modal yang menghubungkan akademisi, mahasiswa, dan masyarakat. BEI akan mendukung melalui edukasi, publikasi, serta fasilitasi Anggota Bursa mitra,” kata Iding.
Sementara itu, Kepala Unit Pengelolaan Wilayah 3 Divisi Pengembangan Pasar BEI, Kemas Muhammad Rumaiyar, menekankan pentingnya tata kelola dan pendampingan teknis dalam proses pendirian galeri.
Menurutnya, pengembangan fasilitas perlu mengikuti ketentuan yang berlaku, baik untuk model galeri berbentuk ruangan maupun digital.
“Kami akan memastikan proses pendirian Galeri Investasi BEI di FIA UI berjalan sesuai ketentuan, baik untuk model ruangan maupun digital. Pendampingan teknis, pelatihan pengelola, dan pelaporan melalui RDIS akan menjadi bagian dari kerja sama ini,” jelasnya.
Galeri Investasi Dirancang Inklusif dan Berbasis Teknologi
Dari sisi sosial, Dr. Rachma Fitriati, M.Si., M.Si. (Han), dari Cluster SOCI FIA UI, menilai galeri investasi dapat menjadi sarana memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan pasar modal.
Ia menekankan bahwa pengembangan literasi keuangan perlu memperhatikan prinsip inklusivitas, etika, dan keberlanjutan.
“Galeri Investasi BEI bukan sekadar fasilitas. Ini adalah inovasi sosial: bagaimana kampus menghadirkan akses pasar modal yang inklusif, etis, dan berdampak bagi masyarakat. Literasi keuangan harus menjadi bagian dari perubahan sosial yang berkelanjutan,” ungkap Rachma.
Adapun Dr. Mohamad Agus Setiawan, ST, MT, IPU, dari Cluster EFSB FIA UI, menyoroti pentingnya aspek teknologi dalam pembelajaran pasar modal.
Ia menyebut mahasiswa perlu mendapatkan pemahaman mengenai data pasar, teknologi perdagangan, tata kelola informasi, hingga manajemen risiko sebagai bekal menghadapi perkembangan sektor keuangan digital.
“Di era digital, Galeri Investasi BEI harus menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa. Mereka bisa memahami data pasar, teknologi perdagangan, tata kelola informasi, dan manajemen risiko. Ini kompetensi yang dibutuhkan talenta keuangan digital Indonesia,” ujarnya.
Dalam rencana pelaksanaannya, Galeri Investasi BEI FIA UI akan mempertimbangkan model ruangan fisik dan/atau Galeri Investasi Digital BEI. Pilihan tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan serta ketersediaan fasilitas di lingkungan kampus.
Selain menjadi tempat memperoleh informasi dan mengikuti kegiatan edukasi, galeri ini direncanakan menyediakan akses terhadap data publikasi dan peraturan pasar modal. Mahasiswa dan masyarakat juga dapat memperoleh akses pembukaan rekening efek melalui kerja sama dengan Anggota Bursa mitra.
Pertemuan strategis FIA UI dan BEI turut dihadiri Dra. Eva Andayani, M.Si., dari Program Studi Administrasi Niaga; Dr. Dede Suryanto, S.Sos., M.Si., dosen Program Studi Administrasi Keuangan dan Perbankan Sekolah Vokasi UI; serta jajaran dari Cluster SOCI dan EFSB FIA UI.
Melalui rencana kolaborasi tersebut, Galeri Investasi BEI di FIA UI diharapkan dapat berkembang menjadi pusat referensi pasar modal, sarana penelitian dan pengkajian, serta ruang pembelajaran yang menghubungkan dunia akademis dengan praktik investasi di pasar modal Indonesia.
Keyword SEO
Meta Description











