Cagub RK Ditolak di Jaktim, Jubir RIDO: Kan Kita Negara Demokrasi. Jadi Kita Harus Menghormati Itu

- Penulis

Selasa, 10 September 2024 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Media Karya – Juru Bicara pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur (Cawagub) Ridwan Kamil (RK) atau Bang Emil-Suswono (RIDO), Muhammad Kholid mengaku tak mempersoalkan terkait adanya penolakan kehadiran RK di Jatinegara, Jakarta Timur, pada Jumat (6/9/2024) kemarin.

Menurutnya, hal itu hanya sebuah ekspresi sebagian warga yang belum mengenal Bang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil secara langsung.

“Hal yang sangat biasa sekali saya kira. Jadi, ekspresi yang namanya ketidaksukaan atau ekspresi penerimaan dalam satu sisi yang lain itu hal yang biasa. Misal ada peristiwa seperti itu, saya pikir tak mencerminkan situasi secara keseluruhan,” ungkap Kholid, yang dikutip Selasa (10/9/2024).

Kholid mengatakan dalam kontestasi Pilkada saat ini ekspresi ketidaksukaan banyak juga terjadi di tempat lain, bukan hanya di Jakarta.

“Jadi, saya pikir ini adalah dinamika yang terjadi di masyarakat. Sebuah ekspresi yang berasal dari masyarakat ya harus kita hormati. Kan kita negara demokrasi. Jadi kita harus menghormati itu,” ungkapnya

Baca Juga:  Kepala Polda Aceh Minta OJK Awasi Ketat Pinjaman Daring

Munculnya ekspresi penolakan, kata Klolid ini terjadi karena masih ada dari warga Jakarta yang belum mengenal sosok Bang Emil secara langsung. Padahal, menurut dia Bang Emil merupakan pribadi yang sopan, merakyat, dan punya pengalaman serta kompetensi dalam membangun Jakarta menjadi lebih maju.

“Jadi kalau saya lihat sih, mungkin karena belum ketemu secara personal saja dengan Bang Emil ya. Kalau sudah bertemu langsung personal dengan Bang Emil dan Suswono akan lebih mudah dan akan menerimanya ya,” imbuhnya

Sekadar informasi, saat sowan ke Bamus Betawi di Jatinegara, Jakarta Timur pada Jumat (6/9), Ridwan Kamil disambut dengan pertunjukan marawis dan pencak silat khas Betawi.

Sebagai bentuk apresiasi, Bang Emil membalas sambutan tersebut dengan menyampaikan pantun yang menjelaskan maksud dan kunjungannya.

“Dari Kwitang pergi ke Cikini, dari Bekasi pergi ke Ciawi. Saya datang ke sini untuk diskusi dengan masyarakat Betawi,” ucap Bang Emil. (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice
IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC
Keren, Kolaborasi Bank Jakarta dan Bapenda DKI di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak
Wacana Ubah DSI Jadi BLU, Mantan Jenderal Ini Usulkan Lahirnya Otoritas Analisis Perdagangan Komoditas Nasional
BGN di Pusaran Korupsi: Pembersihan Nyata atau Sekadar Rebranding?
STY Latih Persija, Pras: Itu Pelatih Bagus
Pras: Usia 500 Tahun Jakarta, Momentum Memperkuat Pondasi Pembangunan yang Beroientasi Pada Kesejahteraan Masyarakat
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:48 WIB

Dukung Penegakan Hukum di KPK, Iskandar Bantah Lakukan Obstruction of Justice

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:42 WIB

IAW Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar dalam Kasus Suap DJBC

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:01 WIB

Kolaborasi Bank Jakarta & Bapenda DKI Jakarta di Jakarta Fair Bisa Bayar Pajak

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:38 WIB

Wacana Ubah DSI Jadi BLU, Mantan Jenderal Ini Usulkan Lahirnya Otoritas Analisis Perdagangan Komoditas Nasional

Jumat, 12 Juni 2026 - 06:59 WIB

BGN di Pusaran Korupsi: Pembersihan Nyata atau Sekadar Rebranding?

Berita Terbaru